welcome to my blog !
RSS

Europe Trip part 1 - Greece

Pesawat Emirates EK 359 membawa kami berangkat dari Bandara Soekarno Hatta pukul 00.40 WIB dan  transit selama 5 jam di Dubai International Airport, sebelum menuju ke tujuan awal kami, Greece. Pesawat melanjutkan perjalanan pukul 10.05 waktu Dubai menuju Athena. Perjalanan yang cukup melelahkan. Sampai Athens International Airport udah siang, lupa jam berapa tepatnya. Bingung nyari kendaraan buat nganter ke hotel, akhirnya kami memutuskan naik Subway atau yang biasa disebut Metro. Tiket dari bandara, kami dikenakan biaya €8 per orang atau sekitar 100 ribu rupiah . Cuma kalau beli paket untuk ber 2 atau ber 3 jatuhnya akan lebih murah. Agak bingung juga di stasiun mengingat peta yang ada berbahasa Yunani semua, hurufnya pake lambang-lambang aneh dan minimnya informasi. Akhirnya setelah nanya sana sini, barulah kami menemukan kereta yang dimaksud.
Subway ini cukup dibilang bagus kalau dibandingkan dengan KRL Jakarta, namun tetap masih kalah jika dibandingkan dengan MRT nya Singapore. Kereta yang berangkat 30 menit sekali dari airport ini sudah tidak menyediakan kursi kosong untuk kami, alias sudah penuh. Akhirnya dengan cueknya duduk di atas koper. Secara kasat mata, Greece ngga jauh dari Jakarta. Serius deh, panas karena lagi summer, banyaknya coretan dimana-mana, sampe sampah yang bertebaran.


Ngga jauh beda sama Jakarta kan?

Dari airport, kami turun di stasiun Syntagma dan ganti line yang merah menuju Stasiun Metaxourghio. Keluar stasiun, kami harus jalan 100 meter untuk sampai hotel. Dan akhirnyaaaa, sampai juga! Ngga sabar rasanya pengen cepet-cepet rebahan setelah melalui perjalanan yang sangat panjang. Kami menginap di sebuah hotel di ujung jalan, Crystal City Hotel.





Hotel ini bukan hotel yang megah, namun juga bukan hotel esek-esek yang dibuat asal-asalan. Hotel berbintang 3 ini lumayan bagus, apalagi hotel ini menyediakan free wi-fi. Hal yang sangat penting :p. Gue juga dapet kamar yang stategis abis, ada balkon dimana kita bisa ngeliat Parthenon dari sini :D 




Info selengkapnya bisa dilihat di www.crystalcityhotel.gr *malah promosi* -___-

Kami memutuskan menghabiskan malam di daerah Akropoli. Jam 7 malam namun dengan cuaca yang masih terang. Jalan-jalan malam dan akhirnya dinner disalah satu resto yang cukup ramai. Agak mahal juga, untuk satu piring salmon dengan nasi yang dikit banget, harus mengocek kantong sebanyak €13. (€1 = 13 ribu rupiah. Silahkan hitung sendiri.) disini juga banyak pengamen, lagi-lagi ngga jauh dari Indonesia.





Sekitar pukul 10 malam barulah kami kembali ke hotel dan mengisi sisa energi kami untuk keesokan hari menjelajah kota ini.
Hari kedua di Athena. Kami berencana ke Acropolis pada sore hari, karena kalau siang hari ngga kebayang deh panasnya! Alhasil karena ngga ada rencana siang harinya, kami memutuskan untuk ke Plaka. Tak disangka, tempat ini ternyata banyak berderet toko-toko, dari toko bermerk seperti Guess, GAP, H&M, dll. Sampai toko-toko kecil yang menjual berbagai macam souvenir. Setelah puas melihat-lihat (cuma melihat. hiks), kami menuju kawasan Acropolis dengan berjalan kaki. Tidak terlalu jauh, sekitar 1 km dari Plaka. Disana, kami menaiki trem yang memutari Acropolis.



Untuk menaiki trem ini, kami harus membayar €5 per orang untuk dewasa, €3 untuk student, dan €2 untuk anak-anak. Karena gue masuk student, jadinya dapet lebih murah :D
Keliling-keliling daerah Acropolis sambil dijelasin, melewati beberapa bangunan seperti Hayden’s Library (sampai serkarang gue ngga tau siapa itu Hayden), terus juga melewati bangunan yang konon dulunya adalah shopping centre. Keren banget yaa orang-orang jaman dulu -____-
Selesai naik trem, kami tidak memutuskan untuk langsung naik ke Parthenon dikarenakan masih terlalu siang. Alhasil kami jalan-jalan di seputar Acropolis dan menuju ke sebuah bangunan yang baru-baru ini gue tau namanya adalah Sounio. Bangunannya hampir mirip sama Parthenon.


Sounio, The Temple of Poseidon.


Puas jalan-jalan dan befoto ria, kami makan siang di suatu restoran di daerah Acropolis. Sambil mengistirahatkan kaki yang dari pagi menopang tubuh gue yang ngga bisa dibilang langsing ini -,-
Sehabis makan, kami menuju Acropolis Museum.




Museum ini cukup besar, dan untuk kali ini gue menyatakan bahwa yang satu ini jauh beda sama Indonesia. Disini museum nya enak banget buat dikunjungi, ngga heran buat masuk museum aja kita harus ngantri. Dipintu masuk Museum, ada kayak lubang yang ada koinnya, gue berasumsi sendiri itu adalah hole of hopes. Hahaha kayak Fontana Di Trevi gitu. Dengan cueknya gue melempar koin ke dalam lobang. Daaaannn, masuk!



Museum ini terang, bersih, dan jauh dari kesan mistik, yang biasa kita jumpai di museum-museum Indonesia. Serius, bukannya gue menghina Indonesia, sama sekali bukan. Tapi selama ini gue mengunjungi museum yang ada, seperti museum Sri Baduga di Bandung, museum Perangko dan wayang di Kota Tua Jakarta dan beberapa museum lainnya, gue merasakan hal yang ngga enak dan kurang nyaman. Museum terkesan gelap dan kurang memiliki ventilasi udara yang cukup. Jauh jika dibandingkan dengan acropoli Museum. Museum ini berlantaikan marmer dan berisi benda-benda jaman kuno. Sayang sekali kita ngga boleh foto di dalem. Disini juga ada layar lebar yang menjelaskan tentang sejarah Parthenon. Untuk memasuki museum ini, kami dikenakan biaya €5 per orang, dan €3 untuk student. Yesssss lagi-lagi dapet diskon! :D
Kaki udah pegel banget, akhirnya memutuskan naik trem ke Parthenon yang jaraknya paling Cuma 500 meter. Tapi ternyata, kami diturunin di tempat pertama kali naik trem itu, yang jaraknya cukup jauh dari parthrnon. Apes deh apessssss!
Berjuang dengan sisa energi dan jalan kaki di jalanan yang menanjak, akhirnya sampai juga di Parthenon. Sedikit gue gambarkan, Parthenon ini merupakan sebuah kuil yang didedikasikan untuk Dewi Athena. Jaman dahulu, terdapat 2 bagian ruangan yang saling terpisah. Ruangan yang satu terdapat patung Athena di dalamnya. Terdapat 17 tiang yang menyangga bangunan ini di sisi yang panjang dan 8 tiang pada bagian yang lebar. Awalnya bangunan ini dihancurkan oleh orang Persia beberapa bagiannya dan dijadikan gereja. Pernah juga bangunan ini dijadikan mesjid. Terakhir, Parthenon hancur karena di bom oleh seseorang yang gue lupa siapa. Hihi maaf info nya setengah-setengah.
Hari ketiga di Greece, awalnya mau ikut one day tour, tapi karena kesiangan akhirnya ikut tour  yang sore menuju Hellas. Dari pagi sampai siang ngubek-ngubek Plaka dan beli oleh-oleh. Jam setengah 3 sore udah diharuskan kumpul di tempat yang sudah ditentukan. Kami kesana menggunakan bis. Sepanjang jalan, guide tour menjelaskan berbagai macam hal dengan aksen bahasa Inggrisnya yang aneh. Selalu menambahkan huruf ‘é’ dibelakangnya. Becauseé, righté, lefté, dsb. Tapi apa daya mata tak dapat diajak kompromi. Alhasil, tidur sepanjang jalan. *kebo nya ngga bisa ilang* -,-

Guide tour kami


Perjalanan 1,5  jam menuju Hellas sama sekali ngga worthed. Disana Cuma sekitar 30 menitan dan melihat bangunan yang lagi-lagi seperti Parthenon. Tapi pemandangannya cukup bagus, karena dikelilingi oleh lautan luas. Tapi ya sejauh itu, biasa aja. Mana guide tour nya agak lebay bilang beautiful melulu, padahal ya gitu-gitu aja.




Selesai tour, kami diantar kembali ke hotel. Tapi karena merasa belum puas belanja, gue sama nyokap lanjut lagi balik ke Plaka. Barulah sekitar jam 10 pulang ke hotel dan terlelap.

Hari ke 4 di Greece. Hari terakhir disini. Agak sedih sekaligus seneng juga karena akan mengunjungi bagian lain dari benua ini. Pesawat Aegan yang akan membawa kami ke Italy berangkat pukul 13.40 Waktu Greece. Hari itu gue sama nyokap memutuskan untuk ngga kemana-mana, ber packing ria dan biar bisa bangun siang :D
Kami meninggalkan hotel dan menuju airport lagi-lagi menggunakan Metro. Awalnya mau naik taksi, tapi ternyata taksi nya lagi pada mogok. See? Ngga jauh beda sama Indonesia.
Ada kejadian seru yang terjadi disini. Kami terjebak di dalam Metro! Salah kami sebenarnya, tidak mendengarkan pengumuman di kereta. Ternyata kalau mau ke airport harus ganti kereta. Kami malah asyik-asyik saja duduk dan ngga sadar kalau ngga ada orang lain lagi selain kami didalam kereta bawah tanah tersebut. Tiba-tiba kereta berhenti. Bukan berhenti di stasiun, tapi berhenti di tengah-tengah jalan. Gelap, dan sepi. Kami panik, bener-bener panik. Mana harus ngejar pesawat dan ngga tau berapa lama kereta ini ‘parkir’ disini. Ternyata, stasiun tadi adalah stasiun terakhir. Mampus lah!
Udah  pucet banget dan berdoa dalam hati berharap ada yang nolong. Bener-bener kayak di film deh terjebak dalam kereta, dimana ada penjahat yang masuk dan tiba-tiba ada pahlawan super yang menolong. *kebanyakan nonton film*
Kami melihat ada emergency telephone di kereta itu. Nyokap gue berusaha minta tolong, tapi ngga ada respon. Gue coba pakai telepon lain juga ngga ada yang jawab. Tambah panik setengah mati! Terlebih lagi, kereta ini ngga di design punya connecting door antar gerbong. Jadi kami bener-bener terpenjara dalam satu gerbong itu. Rasanya pengen nangis!
Setelah beberapa saat, gue liat ada orang diluar. Bener-bener lega dan senang bukan main. Kami meminta tolong dan orang itu menyuruh kami untuk menunggu. Ngga lama kemudian, kereta berjalan dan kembali ke stasiun dimana seharusnya kami turun. Orang itupun menunjukkan arah kereta yang benar untuk mencapai airport. Bener-bener deh pengalaman yang ngga bisa di lupain!

Sampai airport kami langsung check-in dan menuju gate pesawat Aegean yang akan membawa kami ke Roma, Italia. Here we gooooo...........!


6 komentar:

Anonymous said...

Buset dah panjang banget blognya... nice story anyway. Kok ngga diceritain mas-mas gantengnya? Hahaha

affi said...

hehe terima kasih :D
belum, ini masih part 1. sisanya masih dalam tahap pengerjaan. keep reading ya :p

Anonymous said...

Yow yow, nak baca imbalannya apa? Hahaha...
Semoga taun depan di blog ini ada blog Korea~ hihihi...

Anonymous said...

Link-in comment blog ini ke Mas PP ah...

affi said...

ahhhhh jangannnnn!!!!!
*remove komen* :p

Anonymous said...
This comment has been removed by a blog administrator.