Dan bayanganmu, seolah enggan untuk beranjak dari pikiranku. Kau yang selalu hadir di setiap mimpi2ku. Mimpi indahku. Tak lelah kah, kau? Masih jelas sosokmu dalam anganku, seolah kau memang nyata ada disini. Kau. Kau dengan kacamata bulatmu. Kau dengan kemeja berlengan panjang. Kau dengan rokok yang terselip di antara kedua jari. Kau, dengan pesona mu.
Dan, apa yang bisa aku lakukan? Apa bisa aku memilih? Seandainya. Ya, seandainya.
Mengagumimu dari jauh, sudah cukup bagiku. Sungguh. Bahkan, hanya dengan melihat siluetmu hati ku dapat loncat2 kegirangan. Ya, kau. Kau yang telah menjadi candu, untukku.
Namun, lagi2 aku hanya bisa bertanya. Sampai kapan akan terus begini? Sampai kapan aku hanya dapat berdiri dibelakang bayang2mu? Sampai kapan kau menjadi yang-tak-tergapai untukku? Hanya Tuhan yang tau jawabannya. Dan juga, sang waktu.
***
Ini iseng2 buat. Gara2 baca novel picisan, jadi melow. Hihi bukan buat mention siapa2 lho.. :P

0 komentar:
Post a Comment