welcome to my blog !
RSS

Europe Trip part 2 - Rome, Italy

yaaa........ dan akhirnya gue nge blog lagi. Ngga kerasa udah hampir setahun yang lalu liburan ke Europe, tapi baru sekarang beresin catetan perjalanannya. hihihi. Kalau yang belum baca part 1 nya, bisa di klik di sini.
Kita mulai yaaa part 2 nya, here we comeeeee!!!

***

Roma hari pertama
Welcome to Rome!!!! Gue sangat excited! Ngga pernah nyangka bener-bener ada disini. Terkagum-kagum udah pasti sama bangunan-bangunan yang tinggi menjulang dan khas dengan aksen eropa-nya. Banyak patung dan ukiran dimana-dimana. Dari airport kami menyewa mobil untuk mengantar kami ke hotel. Kami dikenakan biaya €10 per orang. Kami menginap di sebuah hotel yang cukup bagus, Hotel Mondial. Hotelnya yang terletak di via Torino 127 – 00184, Roma ini cukup strategis karena dekat dengan Termini atau terminal dan Metro. Hotel ini masuk BestWestern, lho!

Best Western Hotel Mondial, Rome


ibu-ibu pejabat :p


Masuk hotel, kami langsung check-in. Cukup mahal juga, untuk 4 malam, dikenakan biaya €414. Jauh lebih mahal dibanding hotel di Athena yang hanya €190 untuk 3 malam. Ada sesuatu yang menarik perhatian gue di hotel itu. Mas-mas yang ada di receptionis ganteng. Seriussssss ganteng!!! Sejak saat itu gue nyiriin ini mas-mas. Hihi
Hari pertama di Roma kami jalan-jalan di seputar hotel. Dari via Torino, via Nazionale, foto-foto di Piazza della Repubblica, muter ke Termini dan nyobain mesin buat beli tiket train, duduk-duduk di depan gereja besar Santa Maria Maggiore, dan menemukan resto kebab kecil di pinggir jalan. Gue memilih mencoba makanan asli Italia, pizza. Karena ini emang bukan Pizzeria atau tempat khusus jualan pizza, pizza yang dijual kurang enak. Rotinya tebal dan keras. Tapi lumayan lah buat mengganjal perut yang lapar.



narcissus :D



Kenyang makan pizza, kami kembali ke hotel. Sempet juga CCP alias curi-curi pandang sama mas ganteng. Terus juga gue sok-sok nanya ke dia tentang jalan dan bis yang ada disana, gue juga nanya tentang pizzeria yang enak daerah situ. Dia ngasih peta dan nunjukkin dimana letak pizzeria tersebut. Sambil PDKT sambil ngelatih bahasa Inggris gue. Sekali menayung, dua tiga pulau terlampaui. Hihi

 Nama Pizzeria nya Gallina Bianca, tulisan mas ganteng :D

Hari kedua di Roma, kami memutuskan untuk pergi melihat salah satu dari 7 keajaiban dunia, yup! Menara Pisa! Kami pergi menggunakan train. Setelah selesai breakfast kami langsung bergegas menuju Termini. Kereta dijadwalkan berangkat pukul 9.15 dan membutuhkan waktu 1,5 sampai 2 jam untuk sampai di Stazione Pisa. Jam 9 tepat kereta datang dan kami bergegas masuk. Lumayan mahal juga ini kereta, kami harus merogoh kocek sekitar €90 hampir sekitar 1 juta rupiah untuk pulang dan pergi. Hiks, kalau semua di kurs kan ke rupiah jadi serba mahal. -,- padahal kereta yang kami gunakan adalah kereta kelas 2, kereta kelas 1 lebih mahal lagi. Walaupun kelas 2, kereta ini enak banget. Jauh dari kereta Argo Wilis atau Lodaya nya Indonesia yang eksekutif.





Jam 9.15 sudah lewat, namun kereta belum juga berangkat. Ah, mungkin sedikit telat. Beberapa kali gue melirik jam dan belum juga berangkat.
9.30.....
10.00....
Kereta pun berangkat. Jegesss jegesssss....
Tapi ngga lama kemudian, kereta berhenti lagi. Diam beberapa saat dan kereta melaju kembali ke stasiun. Duh! Ada apa lagi ini? Masa ada yang ketinggalan?!
10.30... Masih mencoba bersabar...
11.00...
11.15...
Haduh, beneran deh ini udah mulai ngga sabar. Beberapa kali ada pengumuman tapi sayangnya pengumuman itu berbahasa Italy. Nyokap mencoba nanya ke penumpang sebelah apa arti dari pengumuman tersebut, dan sayangnya mereka ngga bisa bahasa Inggris. Rrrrrrrrrr! Kali ini gue benar-benar meyadari bahwa bahasa Inggris itu perlu.
11.30....
12.00....
Oke, sudah hampir 3 jam kereta ini terlambat dan kita ngga tau alasannya. Bahkan kereta di Indonesia ngga pernah setelat ini. Akhirnya nyokap turun dan mencari petugas yang bisa ditanya. Hasilnya? Nihil.
Gue pergi ke kamar mandi di dalem kereta dan bertemu dengan salah seorang pria bersama anaknya yang masih kecil. Gue mencoba bertanya kenapa kereta ini begitu betahnya ngga berangkat-berangkat.
Gue: “Sorry, Sir. Do you speak English?”
Dia: ”Yes, yes.”
Oh my gosh! Betapa bahagianya gue saat itu, akhirnya ada seseorang yang bisa ditanya. Dia menjelaskan isi pengumuman tadi, bahwa terjadi kebakaran di next station. Jadi, terpaksa harus menggunakan old line dan membutuhkan waktu untuk mempersiapkannya. Pengumuman itu juga bilang sebentar lagi kereta akan berangat. Agak sedikit lega karena mendapat kejelasan, gue pergi dan ngga lupa untuk mengucapkan terima kasih pada saviour gue. Sekitar jam 13.00 kereta berangkat. Karena menggunakan jalur yang lama, kereta berjalan ngga terlalu cepat. Dan beberapa kali berhenti di tengah-tengah cukup lama. Bener-bener pegorbanan deh!
Kereta berhenti di stasiun Pisa Centrale sekitar pukul 16.00 sore. Kami yang dari siang belum makan akhirnya memutuskan untuk mencari makanan terlebih dahulu. Lagi-lagi, gue mencari pizza :D. Pizza yang ini lebih enak dibanding yang pertama kali dicoba.

Stazione Pisa Centrale


Dari stasiun menuju menara Pisa kami harus berjalan sekitar 15 menit. Melewati jalan raya, jembatan, menara Pisa! *kayak Dora the Explorer*.. Daaannnnnn, sampai lah kami!!!


Menyangga menara Pisa



Dikawasan itu, ngga hanya ada menara Pisa. Tetapi ada juga Katedral, Cemetery, Baptisity, dan museum. Untuk menaiki menara ini, dikenakan biaya lagi. Lupa berapa tepatnya, yang jelas kami ngga naik karena harus menunggu hingga jam 9 malam. Akhirnya memutuskan untuk masuk ke tempat-tempat lain.
Tempat yang pertama dikunjungi adalah baptistery alias tempat membaptis. Ruangan ini berbentuk persegi delapan ini memiliki kubah yang cukup besar. Ditengah-tengah ruangan terdapat sebuah patung entah apa namanya yang berdiri membawa salib.




Akustik dalam ruangan ini sangat bagus sekali, terbukti ketika seorang petugas bersuara ‘aaaaaa’ ‘iiiiiiii’ dan suara yang terciptapun seperti layaknya choir yang bersaut-sautan. Keren!
Keluar dari baptistery, kami menuju ke museum *gue lupa namanya*. Yang bikin menarik karena adanya layar 3D disini. Sayangnya sampai sana ternyata 3Dnya rusak. Alhasil kita hanya melihat koleksi baju-baju orang jaman dahulu.


agak ngga pas sih ya -,-
Ngga terlalu lama di museum ini, kami melanjutkan pergi ke cemetary. Yup, kuburan. Agak mistis masuk tempat ini. Kuburan ngga hanya disimpan sepanjang tembok, namun juga di lantai dan kita pijak. Agak serem juga pas sadar kalau tadi nginjek beberapa makam. Hiiiiiiiii

Agak horor pas nulis bagian ini. -,-

Keluar dari cemetery, kami menuju sebuah museum yang bernama dell’ Opera del Duomo. Museum ini menyimpan banyak benda-benda dan patung-patung. Serius, disini ngga kalah horror nya sama di cemetery. Cepet-cepet keluar dari museum ini karena takut. Habis pas kami kesana sepi sih....


Museo dell’ Opera del duomo


Untuk memasuki semua tempat tadi, kami diharuskan membayar 10 (paket). Jika hanya memasuki salah satu saja, jatuhnya akan lebih mahal. Sayangnya ngga ada diskon khusus untuk pelajar. Hihi
Jam sudah menujukkan pukul 8 malam. Kereta yang akan membawa kami kembali ke Roma berangkat pukul 9 malam. Kami pun langsung bergegas ke stasiun, dan tak lupa membeli beberapa cindramata dari Pisa JUntuk memasuki semua tempat tadi, kami diharuskan membayar 10 (paket). Jika hanya memasuki salah satu saja, jatuhnya akan lebih mahal. Sayangnya ngga ada diskon khusus untuk pelajar. Hihi
Jam sudah menujukkan pukul 8 malam. Kereta yang akan membawa kami kembali ke Roma berangkat pukul 9 malam. Kami pun langsung bergegas ke stasiun, dan tak lupa membeli beberapa cindramata dari Pisa J









Menunggu cukup lama di stasiun, kami menghabiskan waktu dengan berfoto-foto ria :D. Narsis ahhhh pasang fotonya hihi

Bukan maksud promosi :p



Model gagal                               




Tiruan model gagal



 Emang ngga diijinkan berfoto terus, ngga lama kemudian kereta pun datang. Yeahhhhhh, kembali ke Roma, kembali bertemu mas ganteng! *ehhhh
Sampai termini sekitar pukul 12 malam, badan sudah sangat lelah dan mengantuk. Lagi-lagi bukan mas ganteng yang jaga di front desk nya. Akhirnya cepet-cepet ke kamar dan tiduuuurrrrrrrr!
Esok harinya, kami mau ke Vatican. Berangkat dari hotel jam 9 pagi. Ngga langsung ke Vatican karena emang Cuma butuh waktu sebentar aja. Akhirnya kami pergi ke tempat bernama Time Traveler. Itu tuh jadi kayak tempat nonton 3D tentang cerita sejarah Roma. Lumayan lah, lupa tapi berapa harganya. Sekitar €15-18 kalo ga salah. Dari sana kita jalan kaki sampe Montana De Trevi, tempat air mancur gitu. Katanya kalau kita nyemplungin koin kesitu, tandanya kita bakal balik lagi kesana. Cihuyyy!





Serius, banyak banget orang disana. Udah panas, terus desek-desekan itu lho. Kulit nempel sama kulit orang, pliket-pliket (lengket-lengket) yaiks deh pokoknya. Diliat-liat, orang sana pada bawa botol minuman gitu, dan mereka ngambil air dari pancuran deket sit untuk diminum. Wah ternyata mitos-mitos kayak gitu ngga cuma ada di daerah Jawa ya!
Dari daerah situ, kami naik bis ke Vatican. Dannnnn gratis gara-gara ngga nyetok tiket hahahaha. Dasar orang Indonesia sejati. Selama bisa gratis, kenapa ngga? Eheheh
Sampai Vatican, cuaca agak mendung. Langsung aja cepet-cepet masuk karena takut hujan. Daannnn, begitu mau masuk aja ngantri banget.. Oiya, buat temen-temen yang berniat mau kesini, diusahakan menggunakan celana panjang dan baju berlengan yaaa. Soalnya kalo celana terlalu pendek ga boleh masuk. Sayang kan kalo udah jauh-jauh kesana Cuma bisa liat dari luar? Hehe
Back to the topic, vatican ini keren banget. Serius! Hanya saja kalau disuruh kesana sendirian malem-malem sih takut. Banyak banget patung dimana-mana..

La Gallina Bianca Pizzeria Grigliera

Kami memesan pizza dengan topingan 4 jenis keju. Mau yang ada daging-daging, tapi takut kalo itu pork. Jadi yang pasti-pasti aja J

Four cheese pizza

Pizza nya emang enak. Ngga sia-sia bela-belain kesana sampe nyasar segala. Pizza nya punya tekstur yang crunchy dan ngga alot, dengan roti yang tipis. Belum lagi keju nya masih meleleh, kerasa lumer di mulut. Enak benerrrrrrrr! *pengen kesana lagi*
Beres makan, gue sama nyokap kembali ke hotel. Dan saat sampai diperempatan dekat hotel, kami melihat ini:
Jarak: 20 meter


Gubraaaggggg! Jaraknya hanya 20 meter dan tadi kami muter-muter lumayan jauh. Plang segede gitu ngga keliatan, padahal pas berangkat juga lewat jalan itu. Haduhhhh parah -,-
Esok harinya, kami berencana pergi ke Colosseum, tempat bersejarah dimana dulu digunakan para Gladiator sebagai acara hiburan bagi rakyat setempat. Sebelumnya kami breakfast terlebih dahulu di hotel. Pas lagi ngambil makan, tiba-tiba mas-mas petugas yang jaga bilang, “That’s pork.” Gue kaget. Perasaan gue Cuma ngambil roti keras (bener-bener keras sampai bikin rahang pegel buat ngunyahnya. Roti yang ngga bisa ditemuin di Indonesia, padahal enak L), keju slice, eggs, sama yoghurt. Apa ini keju nya dari susu babi ya? Pikir gue waktu itu. Gue meyakinkan lagi, “Is that pork?” Tiba-tiba dia ketawa dan bilang, “No, I’m just kidding. Karena aku tau kamu muslim, biasanya orang muslim yang lain cuma makan roti toast. Aku juga muslim.” Intinya dia bilang gitu sambil senyum.
Sialan nih orang, mau ngatain gue makannya banyak aja pake di perhalus segala! Hahaha tapi gue senyum sama dia. Lumayan juga wajahnya. Sayang ngga punya fotonya L. Selesai makan, tak lupa melambaikan tangan dan tersenyum sama mas-mas yang tadi, kami pergi ke Colosseum.
Colosseum merupakan amphitheater yang ada ditengah kota Roma, Italy. Tempat yang merupakan tempat para gladiator bertarung ini merupakam saksi bisu kekejaman manusia di jaman dahulu. Para gladiator tidak hanya bertarung dengan sesama gladiator, tetapi juga dengan binatang seperti harimau bahkan beruang. Ngga tanggung-tanggung, banyak korban jiwa yang mati di tempat itu. Ngga heran, Colloseum ini dinyatakan sebagai salah satu wisata terangker di dunia.
Pas kesana sih, ngga ada kesan angker nya sama sekali.  Colloseum hari itu sangat  penuhhhhh (mau masuk aja antri panjang banget cyinn), mungkin karena musim liburan juga kali ya. Kami menuju ke Colosseum menggunakan Metro. Naik dari stasiun Repubblica, ganti line di stasiun Termini, dan turun di stasiun Colosseo. Tempat yang dibangun sejak jaman Romawi ini sudah banyak hancur dimana-mana. Untuk memasuki tempat ini, harus membayar €15 per orang. 




Keluar dari Colosseum, kami bertemu dengan orang-orang yang menggunakan pakaian seperti gladiator. Dia ngajak foto gitu. Gue kira mereka adalah petugas yang emang sengaja pake pakaian kaya gitu biar banyak turis yang dateng. Dan abis foto, gue disuruh bayar €20 perorang!!!! Karena berdua sama ibu, jadi kami disuruh bayar €40. Dikali Rp 13.000, jadi berapa tuh.. Demi apalah, kena tipu orang Italy! *nangis guling-guling*
Hati-hati yaa untuk para turis, jangan ketipu sama muka-muka ramah mereka *masih belum ikhlas*

Foto termahal di dunia :(( 

Hari terakhir di Roma. Rasanya ngga pengen pulang. Pesawat Emirates EK096 yang akan mengantar kami kembali ke Indonesia berangkat pukul 22.00 malam. Sedangkan kami harus check out jam 11 siang. Setelah check out, kami menitipkan barang bawaan di hotel dan menikmati hari terakhir sambil menghabiskan waktu. Awalnya jalan di sepanjang via Nazionale dimana banyak pertokoan. Namun, akhirnya gue dan nyokap memutuskan untuk ke Vatican Musei. Cuaca hari ini mendung, padahal ini adalah musim panas. Kami naik bis nomer 64 sesuai arahan mas-mas ganteng menuju Vatican. Sayangnya, sampai sana hujan mengguyur dengan deras. Alhasil, kami pun basah kuyup dan berteduh di sebuah restoran sambil makan siang. Sekitar 1 jam, hujan pun berhenti. Kami menuju museum Vatican dan ternyata banyak sekali orang dan harus mengantri. Perasaan disini museum selalu penuh, coba di Indonesia juga gitu L
Lagi-lagi karena gue pelajar, mendapat diskon tiket yang seharusnya €15 menjadi €8 saja. Lumayan hampir setengahnya. Hihihi. Museum ini sangaaaatttttttt besar dan luas. Banyak banget benda-benda yang ada disini. Lukisan, patung-patung, bahkan sampai mumi pun ada disini!
Patungnya juga berbagai macam, banyak banget. Pose dari patung-patung tersebut juga beraneka ragam. Dari yang malu-malu kayak gini:









Yang frontal tanpa sensor:




Sampai yang disunatnya kelebihan kayak gini:



Oops! Kok malah jadi saru  -_____-!



Kembali dari Musei Vatican sekitar pukul 5 sore. Kami telah memesan mobil yang akan mengantar kami ke Leonardo da Vinci Airport. Kami diharuskan membayar €90. Mahallllllll L
Karena janjian pukul setengah 7 malam, gue yang ngga tau ngapain akhirnya foto-foto ngga jelas di lobby hotel sambil ngeceng mas ganteng yang kebetulan lagi jaga saat itu. Ngga ketinggalan, gue juga curi-curi foto mas ganteng. Awalnya mau minta foto bareng, tapi maluuuuu. Jadi Cuma foto dia dari jauh.



Foto candid mas ganteng :P



Dia jauh lebih ganteng aslinya. Ngga foto genic. Hihi. Pengen banget bisa foto berdua, tapi rasa malu yang besar membuat gue ragu. Minta, ngga, minta, ngga, minta, ngga, ahhhhhhhh! Padahal waktu itu dia lagi sendiri. -,-

            Ada sesuatu yang mau gue pamerin sama kalian.

......

.....

.....

.....

.....


TARAAAAAAAA!!!


Lengenku kok gede banget ya -,-



Baleni ah, yang ngga ketok (kelihatan) lengennya...


hihihihi :D



Yeay! Gue akhirnya memberanikan diri minta foto sama dia, (nyokap sih yang mintain, gue tinggal mejeng :D) daripada nyesel seumur hidup. Tapi foto ini ngga didapet gitu aja secara cuma-cuma. Gue harus menanggung malu karena ternyata dibelakang meja receptionis itu ada ruangan, dan saat nyokap minta foto sama dia, ada yang ngetawain dari sana! Damnnnnnnnnn! Mana temen-temennya nyokap juga ikut ngetawain. Dia agak salting gitu kayaknya. Hahahaha maluuu tapi seneng. Liat dong tangannya, ngerangkul gue!!! *Seneng bukan kepalang*
            Selesai foto, gue menyempatkan liat name tag ya, dan baru lah gue tau nama mas ganteng adalah Andrea.
Habis minta foto, mobil pun masih belum datang. Nyesel kenapa minta fotonya ngga nanti aja pas bener-bener mau pulang, daripada nunggu disini nahan malu. Ngga lama kemudian mobil yang akan mengantar kami pun datang. Pas mau keluar dari hotel, Andrea sama mas-mas yang satu lagi memberikan salam perpisahan *halah* yaa dadah-dadah gitu, dan bilang have a safe flight. Gue yang saat itu harus pulang ngga meyianyiakan kesempatan geliat dia ntuk yang terakhir kali. Akibatnya, gue sampai nabrak koper temennya nyokap yang jalan di depan gue. Malu dua kali! Tambah diketawain lah sama mas-mas yang dari tadi ngegodain kita mulu.
Gara-gara itu, supir yang awalnya ngga tau apa-apa jadi ikut-ikutan ngegodain. Siaaallllllll! Dia bilang gini, “He is too shy.” Emangnya aku ngga? -_-
Di mobil aku duduk di depan, tiba-tiba dengan seenak jidat nyokap nyeletuk nanya ke supir ini,”Is Andrea married?” Aarrgghhhhh! Tapi seenggaknyague jadi tau kalo dia belum married. *seneng jingkrak-jingkrak*. Pas mau keluar dari parkiran hotel, supir itu nge klakson beberapa kali ke arah hotel, dia bilang mau manggil Andrea buat make sure kalo dia belum married. Lagi-lagi aarrgghhhh! Tapi untungnya, dia ngga keluar, kayaknya sih lagi sibuk sama kerjaannya. Soalnya tadi juga ada tamu yang lain. Selametttttt!
Sepanjang jalan ke airport ngobrol banyak sama bapak supir ini, sedikit gue gambarkan, pria ini cukup tinggi dengan kulit putih dan bola mata berwarna abu-abu. *sirik*. Gue taksir umurnya 35an. Tapi kata ibu dia paling udah 45. Hahaha emang dasarnya gue paling ngga bisa naksir umur orang. Tapi menurut gue, supir yang belakangan gue au namanya adalah Vincento atau suka dipanggil Vincent wajahnya ngga terlalu tua. Cuman emang rambutnya putih, entah karena uban, rambut asli, atau di cat. Gayanya pun ngga kayak supir, serius deh! Gue kira tadi dia salah satu tamu hotel. Kayak pengusaha gitu hahaha.
Dia bilang, kalo orang kulit putih malu, langsung keliatan karena mukanya akan keliatan merah. Dia juga bilang, enak jadi gue “because nobody know if you are shy, because your skin’s dark.” Haduh merasa terhina gue. Kenapa ngga sekalian bilang kulit gue BLACK?!
Pak Vincent ini orangnya asik di ajak ngobrol. Ternyata dia bukan orang asli Italy. Dia berasal dari Mondlova dan udah 11 tahun tinggal di Italy. Ngobrol banyak hal sama dia. Dia mau ngasih gue kartu nama tapi ternyata ngga ada. Dia bilang siapa tau gue sana lagi 5 atau 7 tahun kedepan. AMINNNNNNNN! Sayang banget akhirnya ngga punya kartu nama dia L
Gue juga nanya tentang mas-mas di tempat breakfast siapa namanya. Gue sebutin ciri-cirinya karena ada 2 orang mas-mas disana. He has a curly hair, tall, little skinny, white skin, and moeslim. Dan komentar dia pertama kali: “Are you fallin in love with him too? So there was 2 man who you like?” gubrag! Gue kan cuma nanyaaaa -,-. Dan dia bilang, he is gay. WHAAATTTTTT??? Ngga percaya. Berharap dia ngirainnya mas-mas yang satu lagi. Hahaha
Ngga kerasa udah sampai lagi di bandara. Setelah Vincent pergi, nyese ngga minta foto bareng, nanya email atau facebook nya biar masih bisa ngobrol. Huhhhuhu
Sampai bandara jalan-jalan bentar dan langsung check in. Menuju ke gate, kita naik train dulu, macam di Singapore lah. Hari itu hujan megguyur. Akibatnya pesawat delay selama 17 menit menunggu cuaca membaik. Pesawat akan mendarat di Dubai dan transit selama 6 jam. Wuuuussshhhhhhh! 



Dubai


Dubai International Airport sangat besar. Jauh banget kalau dibandingkan dengan Cengkareng. Beli beberapa barang buat ngabisin uang yang receh-receh karena ngga bakal bisa ditukerin. Salah satunya beli coklat yang ada liquor nya. Pas beli coklat, yang jualnya bilang, “Haram, haram” karena ngeliat nyokap pake kerudung. Yahhhhhh jadi guilty feeling mau belinya. Tapi tetep aja dibeli. Hahaha
Ngabisin waktu sambil tiduran di kursi malas yang memang disediakan disana. Bener-bener bandara yang memfasilitasi orang-orang. Disana banyak banget TKI yang mau kembali ke Indonesia, karena mau lebaran kayaknya.
Ada kejadian yang menggelikan tentang TKI. Pas lagi nunggu mau masuk pesawat, kan diumumin tuh sama petugasnya. Inti pengumumannya gini, harap masuk pesawat setelah Zone nya dipanggil. Silahkan tetap duduk sebelum dipanggil. Belum juga diumumin zone nya, mereka udah pada heboh berdiri dan ngantri. Gue ngga tau, mungkin mereka ngga bisa bahasa Inggris. Gue bukan merendahkan, sama sekali bukan. Bahasa Inggris gue juga pas-pas banget. Tapi lucu aja ngeliat antusias mereka ngantri masuk ke pesawat. Udah kangen rumah dan keluarga kali ya J
Terus juga ketemu sama beberapa anak SMA. Mereka keliling Eropanya bener-bener. Roma, Paris, Bercelona, dsb. Ahhhhhhh sirik! Gue nguping pembicaraan salah satu dari mereka dengan seorang tante yang gue rasa pembimbingnya. *basic stalker*

A: “Eh, tante beli kaos itu?” (kaos bola)
T: “Iyaa, bagus lho ini, pinggirnya dari kulit gitu” *sambil ngeliatin*
A: “Wahhhhh, harganya berapa tante?” *muka pengen*
T: “Murah kok, 98 USD. Ngga sampai 1 juta kan?”
A: “Wahhhh, murah banget tante!”
Gue: *nelen ludah* uang segitu bisa buat bayar kosan 1 bulan *nangis*

Gila pikir gue, baju selembar doang harganya selangit. Tapi sama mereka dibilang murah. Mungkin anaknya konglomerat kali yaaa. *sirik*

Akhirnya tiba di Indonesia! Ngga kerasa liburan 1 minggu di negeri orang. Liburan yang paling berkesan menurut gue. Dari mulai ribet ngurus ijin, deg-degan ngga dapet visa, terjebak dalam Metro, kebingungan sana-sini, ketemu mas ganteng, dan akhirnya udah kembali ke Indonesia. Banyak juga hal yang korbankan buat liburan kali ini, ujian vocal Sinfonia, undangan nyanyi paduan suara alumni SMP, dsb. Tapi ngga sia-sia gue melewatkan itu, karena gue bener-bener dapet banyak pengalaman disana.


Sekarang, saatnya merencanakan untuk liburan selanjutnya! :D





2 komentar:

Una said...

Buset hahahahaha... samperin lagi itu Fi Andrea nya :P

affi said...

Yuuukkkkk kita ke Europeeee hahahah