Kita mulai yaaa part 2 nya, here we comeeeee!!!
***
Roma
hari pertama
Welcome to
Rome!!!! Gue sangat excited! Ngga pernah nyangka bener-bener ada disini. Terkagum-kagum
udah pasti sama bangunan-bangunan yang tinggi menjulang dan khas dengan aksen
eropa-nya. Banyak patung dan ukiran dimana-dimana. Dari airport kami menyewa mobil untuk mengantar kami ke hotel. Kami
dikenakan biaya €10 per orang. Kami menginap di sebuah hotel yang cukup bagus,
Hotel Mondial. Hotelnya yang terletak di via
Torino 127 – 00184, Roma ini cukup strategis karena dekat dengan Termini atau terminal dan Metro. Hotel
ini masuk BestWestern, lho!
Best Western Hotel Mondial, Rome
ibu-ibu pejabat :p
|
Masuk hotel, kami langsung check-in. Cukup mahal juga, untuk 4
malam, dikenakan biaya €414. Jauh lebih mahal dibanding hotel di Athena yang
hanya €190 untuk 3 malam. Ada sesuatu yang menarik perhatian gue di hotel itu.
Mas-mas yang ada di receptionis ganteng.
Seriussssss ganteng!!! Sejak saat itu gue nyiriin ini mas-mas. Hihi
Hari
pertama di Roma kami jalan-jalan di seputar hotel. Dari via Torino, via Nazionale, foto-foto di Piazza della Repubblica, muter ke Termini dan nyobain mesin buat beli tiket train, duduk-duduk di depan gereja besar Santa Maria Maggiore, dan menemukan resto kebab kecil di pinggir
jalan. Gue memilih mencoba makanan asli Italia, pizza. Karena ini emang bukan Pizzeria
atau tempat khusus jualan pizza, pizza yang dijual kurang enak. Rotinya
tebal dan keras. Tapi lumayan lah buat mengganjal perut yang lapar.
![]() |
| narcissus :D |
Kenyang
makan pizza, kami kembali ke hotel. Sempet
juga CCP alias curi-curi pandang sama
mas ganteng. Terus juga gue sok-sok nanya ke dia tentang jalan dan bis yang ada
disana, gue juga nanya tentang pizzeria yang
enak daerah situ. Dia ngasih peta dan nunjukkin dimana letak pizzeria tersebut. Sambil PDKT sambil
ngelatih bahasa Inggris gue. Sekali menayung, dua tiga pulau terlampaui. Hihi
![]() |
Nama Pizzeria nya Gallina Bianca, tulisan mas ganteng :D
|
Hari kedua di Roma, kami memutuskan
untuk pergi melihat salah satu dari 7 keajaiban dunia, yup! Menara Pisa! Kami pergi menggunakan train. Setelah selesai breakfast kami langsung bergegas menuju Termini. Kereta
dijadwalkan berangkat pukul 9.15 dan membutuhkan waktu 1,5 sampai 2 jam untuk
sampai di Stazione Pisa. Jam 9 tepat
kereta datang dan kami bergegas masuk. Lumayan mahal juga ini kereta, kami
harus merogoh kocek sekitar €90 hampir sekitar 1 juta rupiah untuk pulang dan
pergi. Hiks, kalau semua di kurs kan
ke rupiah jadi serba mahal. -,- padahal kereta yang kami gunakan adalah kereta
kelas 2, kereta kelas 1 lebih mahal lagi. Walaupun kelas 2, kereta ini enak
banget. Jauh dari kereta Argo Wilis atau
Lodaya nya Indonesia yang eksekutif.
Jam
9.15 sudah lewat, namun kereta belum juga berangkat. Ah, mungkin sedikit telat.
Beberapa kali gue melirik jam dan belum juga berangkat.
9.30.....
10.00....
Kereta
pun berangkat. Jegesss jegesssss....
Tapi
ngga lama kemudian, kereta berhenti lagi. Diam beberapa saat dan kereta melaju
kembali ke stasiun. Duh! Ada apa lagi ini? Masa ada yang ketinggalan?!
10.30...
Masih mencoba bersabar...
11.00...
11.15...
Haduh,
beneran deh ini udah mulai ngga sabar. Beberapa kali ada pengumuman tapi
sayangnya pengumuman itu berbahasa Italy. Nyokap mencoba nanya ke penumpang
sebelah apa arti dari pengumuman tersebut, dan sayangnya mereka ngga bisa
bahasa Inggris. Rrrrrrrrrr! Kali ini gue benar-benar meyadari bahwa bahasa
Inggris itu perlu.
11.30....
12.00....
Oke,
sudah hampir 3 jam kereta ini terlambat dan kita ngga tau alasannya. Bahkan
kereta di Indonesia ngga pernah setelat ini. Akhirnya nyokap turun dan mencari
petugas yang bisa ditanya. Hasilnya? Nihil.
Gue
pergi ke kamar mandi di dalem kereta dan bertemu dengan salah seorang pria
bersama anaknya yang masih kecil. Gue mencoba bertanya kenapa kereta ini begitu
betahnya ngga berangkat-berangkat.
Gue: “Sorry, Sir. Do you speak English?”
Dia: ”Yes, yes.”
Oh my gosh! Betapa bahagianya gue saat itu,
akhirnya ada seseorang yang bisa ditanya. Dia menjelaskan isi pengumuman tadi,
bahwa terjadi kebakaran di next station.
Jadi, terpaksa harus menggunakan old line
dan membutuhkan waktu untuk mempersiapkannya. Pengumuman itu juga bilang
sebentar lagi kereta akan berangat. Agak sedikit lega karena mendapat
kejelasan, gue pergi dan ngga lupa untuk mengucapkan terima kasih pada saviour gue. Sekitar jam 13.00 kereta
berangkat. Karena menggunakan jalur yang lama, kereta berjalan ngga terlalu
cepat. Dan beberapa kali berhenti di tengah-tengah cukup lama. Bener-bener
pegorbanan deh!
Kereta
berhenti di stasiun Pisa Centrale
sekitar pukul 16.00 sore. Kami yang dari siang belum makan akhirnya memutuskan
untuk mencari makanan terlebih dahulu. Lagi-lagi, gue mencari pizza :D. Pizza yang ini lebih enak dibanding yang pertama kali dicoba.
![]() |
Stazione Pisa Centrale
|
Dari stasiun menuju menara Pisa kami
harus berjalan sekitar 15 menit. Melewati jalan raya, jembatan, menara Pisa! *kayak Dora the Explorer*.. Daaannnnnn, sampai lah kami!!!
![]() |
Menyangga menara Pisa
|
Dikawasan
itu, ngga hanya ada menara Pisa. Tetapi ada juga Katedral, Cemetery, Baptisity, dan
museum. Untuk menaiki menara ini, dikenakan biaya lagi. Lupa berapa tepatnya,
yang jelas kami ngga naik karena harus menunggu hingga jam 9 malam. Akhirnya memutuskan
untuk masuk ke tempat-tempat lain.
Tempat
yang pertama dikunjungi adalah baptistery alias tempat membaptis. Ruangan ini
berbentuk persegi delapan ini memiliki kubah yang cukup besar. Ditengah-tengah
ruangan terdapat sebuah patung entah apa namanya yang berdiri membawa salib.
Akustik
dalam ruangan ini sangat bagus sekali, terbukti ketika seorang petugas bersuara
‘aaaaaa’ ‘iiiiiiii’ dan suara yang terciptapun seperti layaknya choir yang bersaut-sautan. Keren!
Keluar
dari baptistery, kami menuju ke
museum *gue lupa namanya*. Yang bikin menarik karena adanya layar 3D disini.
Sayangnya sampai sana ternyata 3Dnya rusak. Alhasil kita hanya melihat koleksi
baju-baju orang jaman dahulu.
![]() |
| agak ngga pas sih ya -,- |
Ngga terlalu lama di museum ini, kami melanjutkan pergi ke cemetary. Yup, kuburan. Agak mistis
masuk tempat ini. Kuburan ngga hanya disimpan sepanjang tembok, namun juga di
lantai dan kita pijak. Agak serem juga pas sadar kalau tadi nginjek beberapa
makam. Hiiiiiiiii
Museo
dell’ Opera del duomo
Untuk
memasuki semua tempat tadi, kami diharuskan membayar
10 (paket). Jika hanya memasuki salah satu saja, jatuhnya
akan lebih mahal. Sayangnya ngga ada diskon khusus untuk pelajar. Hihi
Jam
sudah menujukkan pukul 8 malam. Kereta yang akan membawa kami kembali ke Roma
berangkat pukul 9 malam. Kami pun langsung bergegas ke stasiun, dan tak lupa
membeli beberapa cindramata dari Pisa J Untuk
memasuki semua tempat tadi, kami diharuskan membayar
10 (paket). Jika hanya memasuki salah satu saja, jatuhnya
akan lebih mahal. Sayangnya ngga ada diskon khusus untuk pelajar. Hihi
Jam
sudah menujukkan pukul 8 malam. Kereta yang akan membawa kami kembali ke Roma
berangkat pukul 9 malam. Kami pun langsung bergegas ke stasiun, dan tak lupa
membeli beberapa cindramata dari Pisa J
Menunggu cukup lama di stasiun, kami menghabiskan waktu dengan
berfoto-foto ria :D. Narsis ahhhh pasang fotonya hihi
![]() |
Bukan maksud promosi :p
Model gagal
Tiruan model gagal
|
Sampai
termini sekitar pukul 12 malam, badan sudah sangat lelah dan mengantuk.
Lagi-lagi bukan mas ganteng yang jaga di front
desk nya. Akhirnya cepet-cepet ke kamar dan tiduuuurrrrrrrr!
Esok
harinya, kami mau ke Vatican. Berangkat dari hotel jam 9 pagi. Ngga langsung ke
Vatican karena emang Cuma butuh waktu sebentar aja. Akhirnya kami pergi ke
tempat bernama Time Traveler. Itu tuh
jadi kayak tempat nonton 3D tentang cerita sejarah Roma. Lumayan lah, lupa tapi
berapa harganya. Sekitar €15-18 kalo ga salah. Dari sana kita jalan kaki sampe Montana De Trevi, tempat air mancur
gitu. Katanya kalau kita nyemplungin koin kesitu, tandanya kita bakal balik
lagi kesana. Cihuyyy!
Serius,
banyak banget orang disana. Udah panas, terus desek-desekan itu lho. Kulit
nempel sama kulit orang, pliket-pliket (lengket-lengket) yaiks deh pokoknya.
Diliat-liat, orang sana pada bawa botol minuman gitu, dan mereka ngambil air
dari pancuran deket sit untuk diminum. Wah ternyata mitos-mitos kayak gitu ngga
cuma ada di daerah Jawa ya!
Dari
daerah situ, kami naik bis ke Vatican. Dannnnn gratis gara-gara ngga nyetok
tiket hahahaha. Dasar orang Indonesia sejati. Selama bisa gratis, kenapa ngga?
Eheheh
Sampai
Vatican, cuaca agak mendung. Langsung aja cepet-cepet masuk karena takut hujan.
Daannnn, begitu mau masuk aja ngantri banget.. Oiya, buat temen-temen yang
berniat mau kesini, diusahakan menggunakan celana panjang dan baju berlengan
yaaa. Soalnya kalo celana terlalu pendek ga boleh masuk. Sayang kan kalo udah
jauh-jauh kesana Cuma bisa liat dari luar? Hehe
Back
to the topic, vatican ini keren banget. Serius! Hanya saja kalau disuruh kesana
sendirian malem-malem sih takut. Banyak banget patung dimana-mana..
La Gallina Bianca Pizzeria Grigliera
|
Kami
memesan pizza dengan topingan 4 jenis
keju. Mau yang ada daging-daging, tapi takut kalo itu pork. Jadi yang pasti-pasti aja J





















2 komentar:
Buset hahahahaha... samperin lagi itu Fi Andrea nya :P
Yuuukkkkk kita ke Europeeee hahahah
Post a Comment