welcome to my blog !
RSS

Dari Pantai Pink yang-entah-dimana-pinknya, hingga ke Manta Point (Chapter 3)



Hoam.. kebangun gara-gara Rio sibuk nyari celana renangnya. Ternyata kami sudah tiba di tempat snorkeling pertama. Michele dan Tracie bahkan sudah mulai nyebur ke laut. Setelah ganti baju, saya pun tak mau ketinggalan untuk melihat keindahan bawah lautnya. Kami ber 3 pun mampir ke pantai dan sempat mengajari Ilham menggunakan alat snorkelnya hihi. Setelah puas bermain di pantai dan melihat turumbu karang di laut, kami kembali ke kapal. Iseng saya tanya ke kapten kapalnya, kapan kita menuju Pantai Pink yang terkenal itu. Si kapten pun terlihat bingung dan berkata, “Lah, ini barusan kita snorkeling di Pantai Pink.” Saya, Ilham, dan Rio saling bertatapan dan.... “PAK SEBENTAR JANGAN DULU JALAN!! *sambil buru-buru ambil kamera*” Karena tadi telat bangun, kami sama sekali ngga tau ada dimana. Dan emang ngga nanya juga sih. Tapi bener deh, kok menurutku ngga ada pink nya sama sekali yaaa. Makanya sama sekali ngga sadar kalo itu ternyata Pantai Pink. Jadilah kami hanya mendapat foto dari jarak jauh karena baru sadar setelah ada di kapal. Hueheheh

Ini Pantai Pink. Nggggggg....

Next destination is Mantan Manta Point. Ini merupakan tempat dimana kita bisa lihat ikan manta, atau yang biasa dikenal dengan ikan pari. Sumpeeehhhh, banyak banget ikan parinya. Ratusan ada, kali. Sayangnya di sini kami ngga bisa snorkeling karena arusnya yang cukup kuat. Lagian serem ga sih berenang bareng sama beratus-ratus ikan Manta dengan lebar lebih dari 3 meter?





Dari Manta Point, kami menuju ke Pulau Kalong untuk snorkeling lagi. Ikannya lumayan banyak dan disana saya melihat clown fish, si Nemo. Hihihi lucu berenang-renang di antara karang. 

Clown fish



Destinasi selanjutnya adalah Pulau Bidadari. Namun karena cuaca yang kurang mendukung dan gelombang yang tinggi, kapten kapal pun tidak memberangkatkan kami kesana. Kecewa sih, tapi daripada nyawa yang jadi taruhannya? Akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke Labuan Bajo. Ngga lupa kami janjian sama para bule untuk makan malam bersama di Culinary Center (masih belum bisa move on sama rasa dan harganya. Huahhaha).

Random

Nanas terenak yang pernah ku makan

Setibanya di Labuan Bajo, kami kembali check-in di hotel yang sama (karena ada wifinya) dan merencanakan transport yang akan digunakan esok hari untuk menuju desa Waerebo. Setelah gugling dan nanya sana sini, ada 2 alternatif yang dapat digunakan. Pertama dengan mencarter mobil. Harga tentu lebih mahal tapi ngga perlu repot. Kedua, dengan menggunakan angkutan umum. Seperti travel gitu, menuju ke Ruteng dan dilanjut menggunakan oto kayu menuju desa terakhir sebelum mendaki, yaitu desa Denge. Hanya saja, cukup riskan kalau menggunakan oto kayu mengingat oto kayu itu hanya ada pada jam tertentu dan hanya ada 1 kali setiap harinya. Jadi kalau tertinggal, siap-siap harus menunggu esok harinya.
Kami bertanya ke beberapa tour and travel di sekitar hotel. Paket overland Flores untuk 4 hari 3 malam itu sekitar 4.2 juta. Dan itu ngga mengunjungi Waerebo. Menuju Waerebo sendiri membutuhkan waktu 3 hari 2 malam dan kita harus mengeluarkan biaya sekitar 3 jutaan. Jadi kalo di total bisa sampai .................... juta. IBUUUUUUU!!!
Akhirnya kami bertanya dengan tour yang kemarin membawa kami ke Pulau Komodo. Dan emang dasarnya jodoh kali ya.... Bapak itu nawarin, jadi ada orang sewa tour milik temannya dan start dari Maumere berhenti di Labuan Bajo. Kalau mau, kita bisa sewa mobil lebih murah karena sekalian teman bapak itu pulang kembali ke Maumere (kami tidak perlu membayar hari tambahannya). Karena biasanya, kalau kita menghabiskan waktu 3 hari 2 malam, maka akan dihitung 4 hari 3 malam (perjalanan kembali dihitung 1 hari).
Perhitungan overland Flores include Waerebo adalah 4 hari 3 malam, karena kita harus mampir juga ke rumah neneknya Rio di Ende. Untuk travel ini dikenakan biaya 3 juta. Masih mahal sih apalagi kami yang hanya 3 orang (itu kenapa kalau pergi gini idealnya adalah 4-5 orang, bisa share akomodasi dan lebih irit). Tapi mengingat barang bawaan banyak (bahkan Ilham bawa koper) dan ngga mungkin naik gunung bawa barang banyak, kami butuh tempat buat sekalian nitipin barang. Akhirnya kami memutuskan untuk menyewa mobil tersebut. 
Malamnya, kami janjian pukul 7 di depan hotel dimana Michele menginap. Setelah itu menjemput Corrie dan Tracie lalu bersama-sama menuju Culinary Center. Kami memesan 2 ikan bakar, 1 porsi besar cumi goreng, dan 1 porsi besar cumi asam manis. Sayangnya ngga ada udang *padahal ngidam banget*. Kami makan ber 6 dengan porsi 8 orang karena Corrie kalau makan bisa 3 porsi sendiri huahahaha.

Tamhitaammm. Songgosongggg~~~

Setelah makan kami duduk-duduk dan ngobrol sejenak di pinggir pelabuhan. Ternyata Corrie itu keponakannya Tracie. Mereka traveling dari Sumatera Utara menyusur hingga Labuan Bajo, dan esoknya akan terbang ke Bali. Tak terasa kantuk pun menyerang, kami akhirnya berpamitan dan kembali ke hotel masing-masing.

0 komentar: