Hoam..
kebangun gara-gara Rio sibuk nyari celana renangnya. Ternyata kami sudah tiba
di tempat snorkeling pertama. Michele
dan Tracie bahkan sudah mulai nyebur ke laut. Setelah ganti baju, saya pun tak
mau ketinggalan untuk melihat keindahan bawah lautnya. Kami ber 3 pun mampir ke
pantai dan sempat mengajari Ilham menggunakan alat snorkelnya hihi. Setelah puas bermain di pantai dan melihat turumbu
karang di laut, kami kembali ke kapal. Iseng saya tanya ke kapten kapalnya,
kapan kita menuju Pantai Pink yang terkenal itu. Si kapten pun terlihat bingung
dan berkata, “Lah, ini barusan kita snorkeling
di Pantai Pink.” Saya, Ilham, dan Rio saling bertatapan dan.... “PAK SEBENTAR
JANGAN DULU JALAN!! *sambil buru-buru ambil kamera*” Karena tadi telat bangun,
kami sama sekali ngga tau ada dimana. Dan emang ngga nanya juga sih. Tapi bener
deh, kok menurutku ngga ada pink nya sama sekali yaaa. Makanya sama sekali ngga
sadar kalo itu ternyata Pantai Pink. Jadilah kami hanya mendapat foto dari
jarak jauh karena baru sadar setelah ada di kapal. Hueheheh
| Ini Pantai Pink. Nggggggg.... |
Next destination is Mantan Manta Point. Ini merupakan tempat dimana kita bisa lihat ikan manta, atau yang biasa dikenal
dengan ikan pari. Sumpeeehhhh, banyak banget ikan parinya. Ratusan ada, kali.
Sayangnya di sini kami ngga bisa snorkeling
karena arusnya yang cukup kuat. Lagian serem ga sih berenang bareng sama
beratus-ratus ikan Manta dengan lebar lebih dari 3 meter?
Dari
Manta Point, kami menuju ke Pulau Kalong untuk snorkeling lagi. Ikannya lumayan banyak dan disana saya melihat clown fish, si Nemo. Hihihi lucu
berenang-renang di antara karang.
| Clown fish |
Destinasi
selanjutnya adalah Pulau Bidadari. Namun karena cuaca yang kurang mendukung dan
gelombang yang tinggi, kapten kapal pun tidak memberangkatkan kami kesana.
Kecewa sih, tapi daripada nyawa yang jadi taruhannya? Akhirnya kami memutuskan
untuk kembali ke Labuan Bajo. Ngga lupa kami janjian sama para bule untuk makan
malam bersama di Culinary Center
(masih belum bisa move on sama rasa
dan harganya. Huahhaha).
| Random |
| Nanas terenak yang pernah ku makan |
Setibanya di Labuan Bajo, kami kembali
check-in di hotel yang sama (karena
ada wifinya) dan merencanakan transport yang akan digunakan esok hari untuk
menuju desa Waerebo. Setelah gugling dan nanya sana sini, ada 2 alternatif yang
dapat digunakan. Pertama dengan mencarter mobil. Harga tentu lebih mahal tapi
ngga perlu repot. Kedua, dengan menggunakan angkutan umum. Seperti travel gitu,
menuju ke Ruteng dan dilanjut menggunakan oto kayu menuju desa terakhir sebelum
mendaki, yaitu desa Denge. Hanya saja, cukup riskan kalau menggunakan oto kayu
mengingat oto kayu itu hanya ada pada jam tertentu dan hanya ada 1 kali setiap
harinya. Jadi kalau tertinggal, siap-siap harus menunggu esok harinya.
Kami
bertanya ke beberapa tour and travel
di sekitar hotel. Paket overland
Flores untuk 4 hari 3 malam itu sekitar 4.2 juta. Dan itu ngga mengunjungi
Waerebo. Menuju Waerebo sendiri membutuhkan waktu 3 hari 2 malam dan kita harus
mengeluarkan biaya sekitar 3 jutaan. Jadi kalo di total bisa sampai
.................... juta. IBUUUUUUU!!!
Akhirnya
kami bertanya dengan tour yang
kemarin membawa kami ke Pulau Komodo. Dan emang dasarnya jodoh kali ya....
Bapak itu nawarin, jadi ada orang sewa tour milik temannya dan start dari
Maumere berhenti di Labuan Bajo. Kalau mau, kita bisa sewa mobil lebih murah
karena sekalian teman bapak itu pulang kembali ke Maumere (kami tidak perlu
membayar hari tambahannya). Karena biasanya, kalau kita menghabiskan waktu 3
hari 2 malam, maka akan dihitung 4 hari 3 malam (perjalanan kembali dihitung 1
hari).
Perhitungan
overland Flores include Waerebo adalah
4 hari 3 malam, karena kita harus mampir juga ke rumah neneknya Rio di Ende. Untuk
travel ini dikenakan biaya 3 juta. Masih mahal sih apalagi kami yang hanya 3
orang (itu kenapa kalau pergi gini idealnya adalah 4-5 orang, bisa share
akomodasi dan lebih irit). Tapi mengingat barang bawaan banyak (bahkan Ilham
bawa koper) dan ngga mungkin naik gunung bawa barang banyak, kami butuh tempat
buat sekalian nitipin barang. Akhirnya kami memutuskan untuk menyewa mobil
tersebut.
Malamnya,
kami janjian pukul 7 di depan hotel dimana Michele menginap. Setelah itu
menjemput Corrie dan Tracie lalu bersama-sama menuju Culinary Center. Kami memesan 2 ikan bakar, 1 porsi besar cumi
goreng, dan 1 porsi besar cumi asam manis. Sayangnya ngga ada udang *padahal ngidam
banget*. Kami makan ber 6 dengan porsi 8 orang karena Corrie kalau makan bisa 3
porsi sendiri huahahaha.
![]() |
| Tamhitaammm. Songgosongggg~~~ |
Setelah
makan kami duduk-duduk dan ngobrol sejenak di pinggir pelabuhan. Ternyata
Corrie itu keponakannya Tracie. Mereka traveling dari Sumatera Utara menyusur
hingga Labuan Bajo, dan esoknya akan terbang ke Bali. Tak terasa kantuk pun
menyerang, kami akhirnya berpamitan dan kembali ke hotel masing-masing.



.jpg)
0 komentar:
Post a Comment